Bogor — Peringatan Hari Lahir KOPRI (Korps PMII Putri) ke-58 yang dirangkaikan dengan KOPRI Eco Movement 2025 menjadi momentum penguatan peran kader perempuan mahasiswa dalam merespons tantangan lingkungan hidup di Kota Bogor. Mengusung tema “Perempuan Peduli, Bogor Lestari”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus aksi nyata kepedulian ekologis.
Dalam susunan acara, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tercantum sebagai undangan resmi. Namun hingga kegiatan berakhir, kehadiran sang figur pemimpin kota bogor tersebut tetap tidak hadir. Situasi ini menjadi catatan tersendiri, terutama di tengah upaya kader perempuan PMII membuka ruang kolaborasi dan dialog konstruktif dengan pemerintah daerah dalam agenda lingkungan hidup.
Bagi KOPRI, kehadiran pejabat publik dalam agenda lingkungan bukan semata persoalan formalitas, melainkan simbol keseriusan pemerintah dalam mendengar, berdialog, dan berjalan bersama masyarakat. Ketidakhadiran tersebut menunjukkan adanya jarak yang perlu segera dijembatani, agar isu lingkungan tidak berhenti sebagai jargon kebijakan, tetapi hadir dalam praktik dan kebersamaan di lapangan.
Ketua KOPRI PC PMII Kota Bogor, Nurul Rafa Fauziyyah, menegaskan bahwa HARLAH KOPRI merupakan momentum konsolidasi gerakan perempuan mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam pendidikan dan lingkungan hidup.
“Kami percaya bahwa merawat lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan dukungan. Ia menuntut kehadiran, keberpihakan, dan komitmen yang konsisten. KOPRI akan tetap bergerak, bahkan ketika ruang dialog belum sepenuhnya diisi oleh para pengambil kebijakan,” tegasnya.
Sebagai puncak kegiatan, aksi penanaman pohon bersama menjadi simbol perlawanan terhadap sikap abai terhadap krisis lingkungan. Aksi ini menegaskan bahwa kader perempuan PMII tidak menunggu legitimasi simbolik untuk bergerak, tetapi memilih bekerja dan menanam harapan bagi masa depan Kota Bogor.
HARLAH KOPRI ke-58 dan KOPRI Eco Movement 2025 akhirnya menjadi penegasan sikap: di tengah kursi kosong pejabat, kader KOPRI tetap berdiri, bergerak, dan menyemai harapan bagi pendidikan dan lingkungan yang lebih lestari.












