Lebaran Makin Dekat, Pabrik Yamaha-Sepatu Nike PHK Besar-besaran

Lebaran Makin Dekat, Pabrik Yamaha-Sepatu Nike PHK Besar-besaran

Jakarta – Lebaran tinggal menghitung hari. Namun kabar duka datang dari sektor sektor manufaktur ke Nusantara yang digunakan mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.

Pertama adalah PT Yamaha Music Product Asia yang memproduksi piano dalam kawasan MM2100, Cikarang, Bekasi. PT Yamaha Music Product Asia dikabarkan akan menyembunyikan pabriknya pada akhir Maret 2025.

“Betul. Pabrik akan tutup pada akhir Maret 2025,” ungkap Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPEE FSPMI PT Yamaha Music Manufacturing Asia, Slamet Bambang Waluyo terhadap CNBC Indonesia, Hari Sabtu (7/3/2025).

Penutupan pabrik ini menyebabkan dampak besar bagi para pekerja. Sebanyak kurang tambahan 200 karyawan yang digunakan selama ini bekerja pada pabrik yang dimaksud akan kehilangan pekerjaannya.

“Kurang tambahan 200 karyawan akan terdampak PHK akibat tutupnya pabrik ini,” ungkapnya.

Banyak pihak mempertanyakan alasan dalam balik penutupan pabrik piano ini. Bambang pun mengungkapkan bahwa produksi akan dialihkan ke luar negeri.

“Produksi akan dialihkan ke China juga Jepang,” sebutnya.

Keputusan ini tidak tanpa sebab. Kata dia, menurunnya jumlah agregat pesanan berubah menjadi alasan utama pabrik pembuat alat musik itu menghentikan produksinya ke Indonesia. “Karena berkurangnya order serta mengelak kerugian,” pungkas Bambang.

Piano Yamaha. (Dok. id.yamaha.com)Foto: Piano Yamaha. (Dok. id.yamaha.com)
Piano Yamaha. (Dok. id.yamaha.com)

Selain Yamaha, 2 pabrik sepatu yang tersebut memasok untuk brand internasional dilaporkan telah dilakukan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) melawan ribuan pekerjanya. Pabrik yang dimaksud berlokasi pada Daerah Tangerang, Banten.

Kedua perusahaan itu adalah PT Adis Dimension Footwear serta PT Victory Ching Luh Indonesia. Dikabarkan, PT Adis Dimension Footwear melakukan PHK terhadap sekitar 1.500 pendatang pekerja, sedangkan PT Victory Ching Luh memangkas sekitar 2.000 karyawannya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Nusantara (APRISINDO) Yoseph Billie Dosiwoda membenarkan kabar PHK massal tersebut. PHK, kata dia, adalah langkah yang tersebut dihindari perusahaan. Apalagi, di dalam awal tahun seperti ini, penyerapan tenaga kerja berkontribusi penting bagi perekonomian Indonesia.

“Informasi ini benar adanya, pasca berinteraksi dengan Public Affair pihak Nike. Kami dari asosiasi prihatin melawan keadaan ini. Di mana teman-teman anggota mencoba stabil agar tak terjadi PHK,” katanya terhadap CNBC Indonesia.

“Kedua perusahaan telah terjadi melakukan tanggung jawabnya lalu memberikan kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, apa yang tersebut berubah jadi hak pekerja yang digunakan telah dilakukan di-PHK,” sambung Billie.

Billie menjelaskan, PHK sudah pernah dilaksanakan bertahap sejak November 2024.

“Ini berjalan oleh sebab itu mengalami order yang tiada menentu lalu bahkan cenderung turun. Serta bukan imbang dengan biaya produksi sebagai perusahaan di dalam kawasan berikat yang tersebut khusus melakukan ekspor ke luar negeri (internasional),” sebutnya.

“Kondisi ini terpaksa direalisasikan sebagai jalan yang dimaksud ditempuh perusahaan sebab tingginya biaya upah sektoral dan juga UMR ke sedang order yang turun. Tidak kemungkinan besar pekerja dibayar tanpa ada rute produksi,” ungkap Billie.

APRISINDO, lanjutnya, juga menerima keluhan dari perusahaan alas kaki/sepatu yang digunakan anggotanya, terkait regulasi upah yang dimaksud berbeda-beda lalu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Akibatnya, kata dia, perusahaan bukan mampu membayar di situasi order yang digunakan tiada menentu.

“Kami berharap ini berubah menjadi perhatian pemerintah, teristimewa Kementerian Tenaga Kerja kemudian Disnaker Provinsi pada memperbaiki serta menerapkan regulasi pengupahan yang dimaksud win-win solution, saling menguntungkan agar tidaklah terbentuk PHK dengan menciptakan iklim usaha yang digunakan kondusif ke wilayah ini,” tukasnya.

Billie memastikan, hingga pada waktu ini, kedua perusahaan itu tidaklah melakukan penutupan operasional produksinya.

“Sampai ketika ini kedua pabrik yang dimaksud tak tutup, masih sebatas pengurangan pekerja dengan PHK yang dimaksud diselesaikan pihak perusahaan,” katanya.

Next Article Cari Kerja Makin Susah, Ramai-Ramai Anak Muda ke Job Fair

Artikel ini disadur dari Lebaran Makin Dekat, Pabrik Yamaha-Sepatu Nike PHK Besar-besaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *